Bagi kebanyakan orang tahun baru merupakan awal sebuah harapan, ada banyak harapan, cita-cita maupun resolusi yang ingin dicapai, tentunya hal yang baik.
Berbeda dengan orang lain, entah apa yang saya alami adalah kebalikannya saya tidak menginginkan banyak hal, kalau kata orang "Putus Harapan". Berpikir kembali dengan apa yang saya usahakan diwaktu-waktu yang lalu bagaimana saya mempersiapkannya selama tiga tahun, yg kemudian dalam 2 tahun berikutnya semua mulai hilang satu persatu, mungkin Tuhan hendak menguji saya, tapi saya pikir tidak juga, semua adalah kesalahan saya.
Tapi lupakan saja, hari ini tanggal 2 januari memulai hari sebagai ayah yang baik, menjaga anak tercinta, bermain dan berlari, ya seperti inilah anak umur 1,6 tahun, momen nya jangan sampai hilang karna tak kan perna terulang kembali.
Sampai akhirnya hari ini diisi dengan rasa yang amat menyesakkan hati, mungkin saya saja yang tidak tahan diomelin dalam banyak hal, suami yang lain tidak seperti saya (Tapi apa benar ada). Singkatnya memulai hari ini dengan sesak didada.
Berbeda dengan orang lain, entah apa yang saya alami adalah kebalikannya saya tidak menginginkan banyak hal, kalau kata orang "Putus Harapan". Berpikir kembali dengan apa yang saya usahakan diwaktu-waktu yang lalu bagaimana saya mempersiapkannya selama tiga tahun, yg kemudian dalam 2 tahun berikutnya semua mulai hilang satu persatu, mungkin Tuhan hendak menguji saya, tapi saya pikir tidak juga, semua adalah kesalahan saya.
Tapi lupakan saja, hari ini tanggal 2 januari memulai hari sebagai ayah yang baik, menjaga anak tercinta, bermain dan berlari, ya seperti inilah anak umur 1,6 tahun, momen nya jangan sampai hilang karna tak kan perna terulang kembali.
Sampai akhirnya hari ini diisi dengan rasa yang amat menyesakkan hati, mungkin saya saja yang tidak tahan diomelin dalam banyak hal, suami yang lain tidak seperti saya (Tapi apa benar ada). Singkatnya memulai hari ini dengan sesak didada.
Comments
Post a Comment