Skip to main content

Posts

Menjadi orang penting itu baik, tapi menjadi orang baik itu lebih penting.

Di satu desa di Osaka, Jepang, terdapat seorg petani yang menanam jagung2 unggulan & s eringkali memenangkan penghargaan tingkat nasional dengan kategori :  *jagung terbaik sepanjang musim* _Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara untuk menggali rahasia kesuksesan petani tersebut._ *_Wartawan itu menemukan bahwa ternyata petani itu selalu membagikan benih jagungnya kepada para tetangganya._* _"Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung dengan tetangga Anda, lalu bersaing dengannya dalam kompetisi yang sama setiap tahunnya?"_ _tanya wartawan, dengan penuh rasa heran & takjub._ _"Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari jagung yang akan berbuah & membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain._ _Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek, maka kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi serbuk silang._ _Jika saya ingin menghasilkan jagung kualitas unggul, maka saya harus membantu tetan...
Recent posts

Hari kedua 2018, sesak didada

Bagi kebanyakan orang tahun baru merupakan awal sebuah harapan, ada banyak harapan, cita-cita maupun resolusi yang ingin dicapai, tentunya hal yang baik. Berbeda dengan orang lain, entah apa yang saya alami adalah kebalikannya saya tidak menginginkan banyak hal, kalau kata orang "Putus Harapan". Berpikir kembali dengan apa yang saya usahakan diwaktu-waktu yang lalu bagaimana saya mempersiapkannya selama tiga tahun, yg kemudian dalam 2 tahun berikutnya semua mulai hilang satu persatu, mungkin Tuhan hendak menguji saya, tapi saya pikir tidak juga, semua adalah kesalahan saya. Tapi lupakan saja, hari ini tanggal 2 januari memulai hari sebagai ayah yang baik, menjaga anak tercinta, bermain dan berlari, ya seperti inilah anak umur 1,6 tahun, momen nya jangan sampai hilang karna tak kan perna terulang kembali. Sampai akhirnya hari ini diisi dengan rasa yang amat menyesakkan hati, mungkin saya saja yang tidak tahan diomelin dalam banyak hal, suami yang lain tidak seperti saya (Ta...

Perbedaan orang benar dan orang yang merasa benar

Orang benar, tidak akan berpikiran bahwa ia adalah yang paling benar. Sebaliknya orang yang merasa benar, di dalam pikirannya hanya dirinya yang paling benar.Orang benar, bisa menyadari kesalahannya. Sedangkan orang yang merasa benar, merasa tidak perlu untuk mengaku salah.Orang benar, setiap saat akan introspeksi diri dan bersikap rendah hati. Tetapi orang yang merasa benar, merasa tidak perlu berintrospeksi. Karena merasa sudah benar, mereka cenderung tinggi hati.Orang benar memiliki kelembutan hati. Ia dapat menerima masukan/kritikan dari siapa saja. Bahkan dari anak kecil sekalipun. Orang yang merasa benar, hatinya keras. Ia sulit untuk menerima nasihat,masukan apalagi kritikan.Orang benar akan selalu menjaga perkataan dan perilakunya, serta berucap penuh kehati-hatian. Orang yang merasa benar, berpikir, berkata dan berbuat sekehendak hatinya tanpa mempertimbangkan dan mempedulikan perasaan orang lain.Pada akhirnya...Orang benar akan dihormati, dicintai dan disegani oleh hampir sem...

Dalam posisi bagaimana anda bisa memarahi orang yang dimintai tolong?

Saya sering bertanya dalam diri, apa yang salah dalam hidup ini. Saya tidak bisa mengatakan tidak, dalam keadaan saya tidak bisa membantu sama sekali. Pertanyaan lainnya juga. Dapat kah kita membantu orang lain dengan mengorbankan orang lain? Tidak bukan, anda tidak bisa mengorbankan orang lain hanya untuk membantu orang yang lain juga. Apa lagi dengan paksaan harus, kalau tidak anda akan sangat marah, lebih lagi anda tidak dapat menerima alasan apa pun, yang pasti harus dilakukan. Pertanyaan berikut, apakah anda harus memarahi orang yang tidak dapat membantu anda demi orang lain? Jawabanya tergantung pada kondisinya, jika memang orang itu tidak bisa membantu anda, dan memang tidak bisa, maka anda tidak mungkinlah memarahinya. Sebaliknya jika orang itu bisa membantu anda untuk orang yang akan anda tolong, tapi orang itu tidak mau menolong. Tentunya anda juga tidak berhak marah. Lantas dalam hal ini, dalam posisi yang bagaimana anda bisa memarahi orang yang dimintai tolong? Saya b...

Baby Queen Keponakan Ku

Segala hal akan terasa sulit bila kita menganggap, bahwa yang sulit itu memang benar sulit

Cerita nyata, lebih tepatnya kisah nyata. Inspiratif, ya itulah apa yang saya dapatkan setelah membacanya. George Danzig adalah seorang mahasiswa di salah satu universitas. Suatu hari dia terlambat untuk datang pada mata kuliah matematika. Dia memasuki ruang kelas, namun ternyata kelas sudah bubar. George kemudian melihat 2 buah soal yang tertulis di papan, dia lalu berpikir bahwa itu pasti adalah soal PR yang baru diberikan oleh profesornya, sehingga dicatatnya soal itu di buku dan membawanya pulang ke rumah. Berhari-hari dia mencoba untuk menyelesaikan PR tersebut, berbagai cara dia coba. Dia berpikir, “Tidak biasanya profesor memberi tugas demikian sulitnya, tapi soal ini pasti ada jawabannya, pasti ada..."

Young and pretty lady wishes to marry a rich guy.

Seorang wanita memposting sebuah pertanyaan melalui sebuah forum terkenal dengan bertanya: "Apakah yang harus saya lakukan untuk dapat menikah dengan pria kaya?" Saya akan jujur dengan apa yang aku katakan. Usia saya 25 tahun. Saya sangat cantik, bergaya dan memiliki selera yang tinggi. Saya berharap menikah dengan pria kaya dengan penghasilan pertahun $500 ribu (+/-Rp.5,5M) atau lebih. Anda mungkin akan berkata kalau saya termasuk perempuan materialistis, tapi kelompok penghasilan s.d $ 1 juta pun masih termasuk kelas menengah di New York. Permintaan saya tidak setinggi itu. Adakah pria di forum ini yang berpenghasilan $ 500 ribu per tahun? Apakah Anda semua telah menikah? Saya ingin bertanya apa yang harus aku lakukan untuk dapat menikah dengan orang2 seperti Anda?